Sunday, 12 May 2013

Ponsel atau handphone sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari, bahkan banyak 1 orang memiliki lebih dari 1 buah ponsel. Ponsel sudah bukan lagi hanya sebagai alat telepon dan sms saja saat ini, seiring dengan kemajuan teknologi saat ini ponsel sudah selayaknya dianggap komputer genggam. Kenapa saya sebut sebagai komputer genggam, ya karena ponsel saat ini sudah memiliki fitur yang lengkap, tidak hanya digunakan untuk telepon dan sms saja tetapi karena lengkapnya fitur ponsel dapat digunakan sebagai kamera, organiser maupun sarana online internet.

Kembali pada pokok masalah bahaya kuman pada ponsel, jadi ponsel sudah menjadi sebuah gaya hidup dan menjadi bagian vital dari aktifitas sehari-hari. Ponsel selalu dibawa dan dipegang kemanapun dan dimanapun aktifitas pemiliknya, bahkan ada yang dengan sengaja membawa ponsel pada saat melakukan aktifitas BAB di toilet sambil chat atau browsing internet. Dari hal inilah, maka ponsel tanpa disadari dapat menjadi media hinggapnya kuman dari tangan kita sendiri sewaktu memegang kotoran kemudian memegang ponsel. Bahkan banyak dari kita memiliki kebiasaan makan sambil chat, browsing atau memegang ponsel kita, padahal ponsel yang kita pegang belum tentu hygienis. Jadi mari biasakan hidup sehat, dengan menggunakan peralatan sebagai mana mestinya dan tepat guna tentunya. Jangan lupa selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum melakukan aktifitas makan, jauhkan kebiasaan makan sambil pegang ponsel. Jika ditanya barang apa yang paling sering kita sentuh dalam sehari, mungkin sebagian besar dari kita akan menjawab ponsel. Di era teknologi ini, ponsel memang menjadi teman akrab kita. Namun, waspadalah pada ponsel yang kita miliki! Pernahkah terlintas dalam pikiran kita bahwa ponsel yang kita miliki merupakan rumah yang nyaman untuk banyak bakteri berkembang biak? Apalagi, karena ponsel mungkin adalah salah satu barang yang paling sering kita pegang dalam aktifitas sehari-hari. tapi taukah kalian bahwa bakteri pada ponsel kita lebih banyak dari pada bakteri yang ada di kloset?
Ayo kita cari tahu seberapa banyak bakteri yang ada pada ponsel kita!
Sebuah penelitian yang dilakukan sejumlah ahli dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris, menemukan, ponsel ternyata menjadi rumah dari bakteri berbahaya seperti E.coli, MRSA, juga 1.000 jenis bakteri lainnya. Meski sebagian besar bakteri tersebut tidak berbahaya, satu dari enam ponsel yang dijadikan objek penelitian mengandung bakteri E.coli, penyebab dari banyak penyakit, diantaranya gangguan sistim pencernaan, gangguan pada ginjal, serangan jantung atau stroke, dan tekanan darah tinggi, bahkan kasus kematian.
Bakteri E Coli
Penelitian ini melibatkan 390 partisipan dari 12 kota. Ditemukan 92 persen dari total seluruh ponsel mengandung berbagai macam bakteri yang dapat berujung pada serangan berbagai macam penyakit. Yang lebih berbahaya lagi, seluruh bakteri yang ditemukan pada telepon genggam partisipan memiliki potensi besar untuk bermutasi menjadi bakteri super MRSA. Menurut beberapa sumber, MRSA adalah salah satu tipe bakteri Staphylococcus yang ditemukan pada kulit dan hidung yang kebal terhadap antibiotik. Jumlah kematian akibat infeksi bakteri MRSA lebih banyak dibandingkan dengan angka kematian akibat sindrom penurunan sistem kekebalan tubuh alias AIDS. Staphylococcus aureus bersifat pathogen yang mampu menginvansi sel lain. Pada Osteomielitis, Staphylococcus aureus memang menjadi penyebab utama penyakit tersebut. Staphylococcus aureus juga dapat menyebabkan keracunan pada kulit, seperti jerawat, bisul, dan keluarnya nanah pada bagian kulit manapun. Perlu diketahui toksin leukosidin yang dikeluarkan oleh Staphylococcus aureus dapat mematikan sel darah putih manusia.
Staphylococcus Aureus
Para ahli mengatakan bahwa temuan ini berdasarkan pada alasan kemungkinan bakteri yang berpotensi berbahaya mencemari ponsel, karena orang tidak mencuci tangan mereka dengan baik dengan sabun setelah pergi ke toilet. Penelitian dilakukan sehubungan dengan Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober. Meskipun 95% dari orang yang diteliti mengatakan mereka mencuci tangan mereka dengan sabun, sebanyak 92% dari ponsel dan 82 persen dari tangan memiliki bakteri. Kondisi yang mengkhawatirkan, 16% dari tangan dan 16% dari ponsel ditemukan Escherichia coli, jenis bakteri yang berasal tinja. Escherichia coli sering dikaitkan dengan gangguan lambung, dan telah terlibat dalam kasus-kasus keracunan makanan serius seperti wabah O157 yang fatal di Jerman pada bulan Juni lalu. Para ilmuwan juga menemukan, mereka yang memiliki bakteri di tangan memiliki kemungkinan tiga kali lebih memiliki bakteri di ponsel mereka. Sementara itu Ahli kebersihan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan, studi ini memberikan lebih banyak bukti bahwa beberapa orang masih tidak mencuci tangan mereka dengan baik, terutama setelah pergi ke toilet. “Saya berharap temuan E coli di tangan mereka dan telepon mendorong, mereka untuk lebih berhati-hati di kamar mandi. Mencuci tangan dengan sabun adalah suatu hal yang sederhana untuk dilakukan, tetapi tidak ada keraguan itu menyelamatkan nyawa,” kata ahli kebersihan tersebut. Bakteri tinja dapat bertahan hidup di tangan selama berjam-jam pada suatu waktu, terutama di suhu hangat jauh dari sinar matahari. Kuman itu mudah ditransfer oleh sentuhan di gagang pintu, makanan, dan bahkan telepon seluler. Kuman lalu dapat berpindah ke orang lain. Setiap tahun, anak-anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia oleh pneumonia dan penyakit diare, yang sebetulnya dapat dicegah dengan tindakan sederhana mencuci tangan dengan sabun. Di negara maju, mencuci tangan dengan sabun membantu orang untuk mencegah penyebaran infeksi virus, seperti norovirus, rotavirus, dan influenza.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa banyak orang masih enggan untuk mencuci tangan mereka. Inilah asal mula dari peredaran bakteri. Kami berharap hasil penelitian kami dapat meyakinkan banyak orang untuk mencuci tangan mereka setelah selesai menggunakan toilet,” kata pimpinan penelitian, Dr. Val Curtis (kesehatan.liputan6.com). Mengenai banar atau tidaknya bakteri pada ponsel lebih banyak dari pada di kloset itu merupakan suatu yang benar, bahwa ternyata ponsel yang kita gunakan bisa menjadi sumber utama penyakit karena banyak mengandung bakteri, kuman, dan virus. Mikroorganisme yang bersifat pathogen tersebut bersumber sebagian besar dari kloset yang menempel pada tangan kita dan kemudian kita memegang ponsel. Bakteri dari tempat lain juga dapat hinggap pada ponsel melelui media perantara tangan kita. Misalkan dari handel pintu toko, tombol lift, penyangga kursi di dalam bis kota, dan lain sebagainya, Karena bakteri yang bersifat pathogen lebih banyak datang dari tangan kita, maka alangkah baiknya kita menjaga kebersihan diri untuk meminimalisir resiko terkena dampak dari bakteri pathogen tersebut, minimal dengan mencuci tangan kita dengan sabun sehabis memegang ponsel, sehabis dari kamar mandi, dan setelah melakukan kegiatan lainnya sebelum makan.

Reactions:
Categories:

0 comments:

Post a Comment